√Gejala Distemper Pada Kucing©

Diposting pada

Bagi kamu yang baru pertama kali memelihara anak kucing atau kucing, mungkin belum paham tentang penyakit distemper. Padahal penyakit ini merupakan penyakit yang bisa ditularkan dari kucing lain.

Gejala-Distemper-Pada-Kucing

Distemper pada kucing juga dikenal sebagai feline panleukopenia, feline parvovirus. Penyakit ini tergolong penyakit yang cukup berbahaya yang bahkan bisa berujung pada kematian kucing Anda.

Gejala distemper pada kucing seringkali muncul seperti gejala penyakit yang biasa. Sehingga terkadang gejala yang terjadi diabaikan karena dianggap penyakit biasa. Seringkali, pemilik baru menyadarinya ketika virus telah menginfeksi usus dengan sangat parah.

Distemper adalah penyakit menular. Padahal, penyakit ini bersifat sistemik sehingga menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Apalagi jika kucing yang terinfeksi adalah anak kucing. Virus ini lebih memilih menyerang kucing muda dibandingkan kucing dewasa.

Pasalnya, penyakit ini menyerang sistem imun kucing. Maka tak heran jika gejala yang muncul sangat beragam. Berikut 13 gejala distemper pada kucing yang perlu Anda ketahui agar pengobatan tidak terlambat.


1. Posisi kucing duduk dengan dagu dan dada di lantai

Kondisi ini merupakan posisi tipikal saat kucing terkena distemper. Ini disebabkan oleh rasa nyeri di daerah perut. Kondisi ini memaksa kucing untuk duduk dalam satu posisi karena kucing tidak mau bergerak dan berusaha melindungi perutnya.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Penyebab Kucing Mendengkur©

2. Demam tinggi pada kucing

Panas tubuh saat distemper biasanya di atas 39,5 ° C dan melebihi suhu tubuh normal pada umumnya. Demam tinggi ini muncul sebagai respon tubuh terhadap virus yang menyerang.


3. Kucing tidak nafsu makan

Sakit perut menyebabkan kucing kehilangan nafsu makan. Kucing akan menolak meskipun Anda memberi mereka makanan favoritnya. Bahkan kucing dapat bertahan hidup hingga 3 hari tanpa makanan. Namun kondisi ini akan memperburuk distemper akibat munculnya lipidosis hati / kerusakan hati karena sel-selnya diganti dengan lemak.


4. Senang menyendiri dan bersembunyi

Kucing dengan distemper akan lebih suka menyendiri dan bahkan mungkin menghilang selama beberapa hari. Mereka akan mencari tempat persembunyian yang tenang dan nyaman. Karena kesakitan, kucing tidak mau diganggu oleh kucing lain.


5. Kucing terus muntah

Karena pencernaan kucing yang bermasalah, biasanya akan ada masalah dengan organ lain. Jangan heran jika kucing Anda juga memiliki masalah hati, perut, dan kandung empedu. Ini karena kucing merasa sangat mual. Selain itu, saat Anda sedang sakit, asam lambung naik karena infeksi dan perut kosong.


6. Kucing mengalami diare

Virus distemper seringkali menginfeksi usus bahkan menyebabkan kerusakan sel usus. Kerusakan ini akan mengganggu penyerapan air menjadi tidak sempurna. Padahal kucing yang menderita diare seringkali disertai dengan banyak air yang keluar darinya.

Kondisi usus yang rusak akan terganggu sehingga penyerapan nutrisi menjadi tidak sempurna. Karena sel dan pembuluh darahnya rusak, tidak heran jika diare bisa berubah menjadi diare berdarah.


7. Mengalami dehidrasi

Gejala distemper yang paling umum adalah dehidrasi. Ini karena kucing menderita muntah dan diare yang berkepanjangan. Ini menyebabkan banyak kehilangan cairan. Selain itu, Anda bisa mengonfirmasi dengan melihat matanya. Apakah lebih cekung dan memiliki kulit kurang elastis.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Kucing Depresi©

8. Gejala saraf

Jika anak kucing tertular virus dari induknya, biasanya mereka akan menderita masalah neurologis. Anak kucing pada umumnya berjalan dengan goyah dan bahkan cenderung tidak seimbang.

Kucing yang terinfeksi biasanya tidak bertahan lama karena keseimbangan dan koordinasi yang buruk. Jika kucing menunjukkan gejala-gejala ini, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter hewan.


9. Demam tinggi

Gejala distemper yang paling umum adalah demam tinggi. Demam saat kucing terkena distemper bisa mencapai 41 ° Celcius. Sama seperti manusia, kucing memiliki suhu normal antara 38 ° hingga 39,5 ° Celcius. Tidak jarang demam disertai dengan menggigil dan gemetar.

Tidak hanya demam tinggi, kucing yang terinfeksi distemper juga akan menderita radang mata terlebih dahulu. Biasanya peradangan tersebut disertai dengan munculnya bercak atau keluarnya cairan dari mata, bahkan cenderung kental dan berwarna kuning. Jika iya, Anda perlu membersihkannya secara rutin.


10. Depresi

Depresi adalah gejala yang sering terlihat saat kucing terkena distemper. Kucing akan terlihat lebih cemberut dan sulit diajak bermain dan berinteraksi. Selain itu, karena depresi, kucing Anda akan tampak kurang bersemangat dari biasanya.

Kucing lebih suka diam, tidak banyak bergerak sampai mereka kehilangan minat pada aktivitas. Bahkan depresi pada kucing dapat mengganggu dan mengubah pola tidurnya.


11. Kejang

Gejala lain yang paling sering dialami kucing selama distemper termasuk kejang dan kebingungan. Saat kucing mengalami kejang, tidak disarankan untuk menahan mulutnya meskipun Anda memiliki niat baik agar tidak menggigit lidahnya.

Jika Anda melakukan ini saat kucing mengalami kejang. Anda bisa melukai diri sendiri dan bahkan akan membuat kucing semakin stres. Itu semua terjadi karena si kucing kehilangan kesadaran. Jika sudah memilikinya, Anda hanya bisa menemani kucing dari kejauhan.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Toxoplasma Pada Kucing©

12. Koordinasi tubuh tidak seimbang

Salah satu gejala distemper yang paling serius pada kucing yang sering terjadi adalah masalah koordinasi yang tidak seimbang. Saat gangguan memburuk, gerakan kaki kucing tidak lagi terkoordinasi. Otot berkedut atau yang sering disebut kontraksi menjadi tidak terkendali, bahkan berirama, dan terjadi kekakuan. Ini paling sering terjadi di otot leher dan kepala.

Pada awalnya, gejala tersebut tidak muncul hingga kucing sedang istirahat atau tidur. Tetapi ketika kondisinya semakin parah, kontraksi akan terjadi sepanjang waktu.


13. Kelumpuhan

Bahkan jika diatemper semakin parah, kucing dapat menderita kelumpuhan dan kebutaan. Mereka juga akan kesulitan bernapas. Serta munculnya penebalan kulit terutama pada bagian hidung dan plantar bantalan.


Cara Mengatasi

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengobati atau mencegah gejala distemper pada kucing, di antaranya:

  • Berikan antibiotik untuk meningkatkan sistem kekebalan kucing
  • Memberikan vitamin A dan B yang cocok untuk kucing
  • Bawa kucing Anda ke dokter jika nafsu makannya hilang selama lebih dari tiga hari

Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “13 Gejala Distemper Pada Kucing Harus Dipahami

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!


Share this: