√Kucing Tanpa Kandang©

Diposting pada

Meskipun kucing terlihat seperti hewan mandiri, kucing pendamping juga membutuhkan perawatan yang baik untuk tetap sehat. Memelihara kucing sendiri dapat dilakukan dengan 2 cara, terutama di dalam kandang dan tanpa kandang.

Cara-Merawat-Kucing-Tanpa-Kandang

Sebenarnya, kedua metode ini membutuhkan perawatan yang sama, tetapi merawat kucing tanpa kandang dapat dianggap lebih baik karena kucing lebih suka tempat yang lebih bebas sehingga mereka dapat bermain dengan bebas dan menghindari kucing yang stres seperti kucing yang disimpan di dalam kandang.

Berikut ini, kami memiliki panduan atau cara untuk merawat kucing yang tidak memiliki kucing yang dapat Anda ikuti agar kucing tetap sehat.


1. Lakukan pemeriksaan tahunan

Kucing yang dipelihara tanpa kandang, terutama cara merawat anak kucing Angora, sangat membutuhkan ujian tahunan, karena mereka lebih cenderung berjalan di luar rumah. Tes ini sangat dianjurkan untuk mendeteksi penyakit pada kucing sebelum menjadi lebih buruk. Selama pemeriksaan, Anda juga dapat mendiskusikan kesehatan atau perawatan kucing dengan dokter hewan. Juga jelaskan jika ada beberapa hal berbeda pada kucing, seperti cara mengeong, cara berjalan, makan dan juga perilaku kucing.

Selama pemeriksaan tahunan ini, vaksin kucing juga akan diberikan dan pemeriksaan kotoran akan dilakukan untuk mendeteksi parasit feses yang sangat penting, terutama jika kucing Anda sering bermain di luar rumah. Jika terbukti bahwa kucing memiliki penyakit internal atau penyakit lain, perawatan akan diberikan.


2. Sterilkan kucing

Kucing steril dengan operasi pengebirian sempurna untuk membantu sifat kucing yang suka berjalan dan buang air kecil sembarangan. Operasi ini juga sangat baik dilakukan untuk melindungi kucing Anda dari berbagai penyakit termasuk tumor dan juga kanker. Sedangkan untuk kucing, operasi ini juga merupakan cara untuk mengurangi kelahiran kucing yang tidak diinginkan. Operasi kastrasi kemungkinan akan direkomendasikan oleh dokter pada usia 2 hingga 6 bulan.


3. Cat bulu kucing

Kucing yang tidak disimpan dalam kandang tentu lebih cenderung berkeliaran di mana saja, sehingga mereka harus dibersihkan secara teratur atau disebut grooming. Jika kucing Anda berambut panjang, pilih sikat pin untuk menyisir bulu kucing. Sedangkan untuk kucing berambut pendek, Anda bisa menggunakan sikat pipih.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Merawat Kucing Umur 1 Bulan©

Sikat segitiga yang lebih kecil juga dapat digunakan untuk menyisir bagian tubuh kucing seperti telinga dan wajah. Sedangkan untuk menyisir gigi, dimungkinkan untuk memilih kucing dengan rambut panjang yang tidak bergigi banyak, sedangkan untuk kucing dengan rambut pendek yang memiliki gigi kencang.

Sedangkan untuk anak kucing, Anda dapat menggunakan sisir kecil dan lembut. Merawat atau menyisir rambut kucing juga penting untuk menghilangkan bulu kucing yang mati, benjolan, membersihkan kutu, cara menghilangkan jamur pada kucing, benjolan di kulit kucing dan aliran darah pada kucing. tubuh kucing.


4. Bersihkan gigi kucing

Anjing tidak hanya membutuhkan sikat gigi, tetapi gigi kucing juga perlu dibersihkan secara teratur. Gunakan sikat gigi lembut dan pasta gigi kucing. Hindari menggunakan pasta gigi manusia karena mengandung fluor yang beracun bagi kucing. Biarkan kucing mencicipi pasta gigi untuk membiasakan diri dengannya. Pagi berikutnya, Anda bisa mengoleskan pasta gigi ke gusi dan gigi atas menggunakan jari-jari Anda. Lakukan juga keesokan harinya, tetapi gunakan sikat gigi. Oleskan pasta gigi dalam gerakan memutar dari belakang ke depan.

Sikat gigi kucing Anda sedikit demi sedikit dari luar sekitar 30 detik. Perawatan gigi sangat penting karena banyak penyakit kucing berhubungan dengan gigi dan gusi jika tidak dirawat dengan benar. Bakteri dan juga plak dapat memasuki aliran darah kucing dan menyebabkan banyak penyakit seperti ginjal, penyakit jantung, sakit mulut, kesulitan makan dan gigi copot.


5. Sediakan tempat khusus

Meskipun kucing tidak menggunakan kandang, mereka juga membutuhkan tempat khusus yang lembut dan nyaman dan yang memberikan privasi bagi kucing untuk bersantai dan beristirahat. Juga tambahkan bantal atau selimut lembut dan cuci secara teratur untuk menjaganya tetap bersih


6. Siapkan tempat kotoran

Tidak seperti kucing yang disimpan di kandang, kucing yang disimpan bebas harus dijaga kebersihannya setiap hari karena kucing suka buang air besar dan mencegah penyakit kulit pada kucing. Persiapkan kotak kotoran yang bersih agar kucing tidak buang kotoran di tempat lain. Jika Anda memelihara lebih dari satu kucing, persiapkan lebih banyak kotak kotoran daripada jumlah kucing yang disimpan di area yang berbeda sehingga kucing tidak berkelahi.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Ciri-Ciri Kucing Mau Melahirkan©

7. Pelajari jenis makanan kucing

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang jenis makanan kucing, Anda dapat meminta saran dokter Anda tentang makanan kucing berkualitas lebih spesifik. Ikuti setiap instruksi pada label di mana dosis makanan kucing akan diukur berdasarkan berat badan, usia dan tingkat aktivitas. Tetapi secara umum, kucing lebih suka makan dalam porsi kecil tetapi sering. Jangan memberikan makanan manusia untuk kucing kecuali diarahkan oleh dokter hewan. Makanan manusia tertentu dapat membuat kucing sakit atau bahkan meracuni mereka.

Kucing adalah hewan karnivora yang membutuhkan pakan hewan yang mengandung banyak asam amino esensial atau komponen protein sehingga kesehatannya dapat dijaga dengan baik. Selain itu, sediakan kucing dengan air bersih dan hindari memberi makan karena mereka sulit dicerna kucing.


8. Berikan makanan kucing secara teratur

Untuk mencegah kucing mencari junk food, pastikan memberi mereka makan secara teratur setiap hari, yang juga merupakan cara untuk menggemukkan kucing.

  • Jika kucing tidak menerima makanan kering, cobalah memberinya 2-3 makanan kecil dalam sehari.
  • Jika Anda menerima makanan kaleng, segera buang makanan yang belum dimakan kucing setelah 30 menit.
  • Tambahkan juga buah-buahan dan sayuran yang cukup seperti jagung, brokoli atau blewah yang telah dimasak dan hindari memberikan camilan instan.
  • Untuk anak kucing berusia 6 hingga 12 minggu, makanan dapat diberikan 4 kali sehari.

9. Biarkan kucing bermain dengan makanan

Agar kucing Anda tidak keluar rumah terlalu sering dan tidak bosan, biarkan dia bermain dengan makanannya. Simpan makanan kucing dalam wadah dan buat lubang di sisi wadah dan biarkan kucing bermain dengannya untuk mendapatkan makanannya. Metode ini sangat baik untuk menjaga aktivitas kucing dan cara mengurangi karakteristik stres kucing.


10. Kenalkan hewan peliharaan lainnya

Biarkan kucing Anda bermain dengan kucing peliharaan lainnya agar terbiasa dengan bau kucing baru dengan menyediakan sprei kucing lain. Beri makan kucing menggunakan wadah yang berbeda sehingga mereka dapat belajar memahami bau kucing lain.


11. Potong kuku secara teratur

Juga potong kuku kucing Anda secara teratur 2 kali sebulan untuk mencegah kucing merusak perabotan di sekitar rumah Anda. Kucing menggunakan cakar mereka secara alami, tetapi kucing rumahan harus disembelih secara teratur.


12. Lakukan sterilisasi dan vaksinasi

Untuk menjaga kucing Anda sehat dan bebas dari penyakit yang berpotensi berbahaya seperti cara merawat kucing yang lemah, ingatlah untuk memberi kucing Anda berbagai vaksin. Vaksinasi kucing sangat penting untuk mencegah leukemia, rabies dan IVF. Untuk mengetahui jenis vaksin apa yang dibutuhkan, Anda dapat menghubungi dokter hewan Anda.

Baca Juga Artikel Lainnya :  √Cara Merawat Kucing yang Terkena Virus©

13. Tutup rapat Tempat Sampah

Kucing yang tidak disimpan di kandang akan lebih sering menjelajahi seluruh isi rumah, oleh karena itu, pastikan semua baki tertutup rapat sehingga kucing tidak makan sampah.


14. Siapkan situs pengikisan

Selain memotong kuku, alternatif lain untuk menjaga kuku kucing adalah menyiapkan tempat untuk menggaruk atau menggaruk agar kuku tetap kusam dan tidak melukai manusia atau merusak furnitur. Sediakan area goresan padat yang terbuat dari bahan kasar seperti goni atau kulit pohon untuk kucing yang menggaruk.


15. Berikan cukup minum

Kucing adalah hewan yang berevolusi dari nenek moyang mereka di padang pasir sehingga tingkat kehausannya tidak sama dengan anjing. Namun kucing juga harus diberi makanan yang cukup untuk diminum.

Dari makanan kaleng, kucing bisa mendapatkan 78% kadar air, sedangkan untuk makanan kering 5-10%. Jika Anda memberi makanan kering pada kucing, berikan juga air bersih dan mudah diakses. Memastikan kucing Anda minum juga merupakan cara terbaik untuk merawat kucing dehidrasi.


16. Catat gejala penyakit kucing

Jika kucing Anda sakit, itu sebabnya ia tidak mau makan, bawalah segera ke dokter hewan. Ada beberapa gejala kucing sakit yang biasa terjadi, seperti:

  1. Mata: Kucing yang sakit keluar, mata merah, menyipitkan mata, katarak dan sering menggaruk.
  2. Telinga: telinga kucing sakit, gatal, keluar kotoran dan bau.
  3. Breathing: Masalah pernapasan pada kucing akan terlihat pada kucing yang sering bersin dengan cairan, batuk terus menerus dan mengalami kesulitan bernapas.
  4. Kulit: Ada benjolan, benjolan, bengkak, luka, gatal berlebihan, dan kulit menguning.

17. Ajak  kucing untuk bermain

Agar kucing dapat terus bergerak selama berolahraga, dorong mereka untuk bermain dengan mainan seperti bulu, tikus atau bola kertas, pancing dan juga senter. Bermain dengan kucing juga sangat penting bagi kucing untuk merasa diperhatikan.

Cara merawat kucing tanpa kandang tidak jauh berbeda dengan menggunakan kandang. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan kuku kucing tetap pendek agar aman dan pastikan Anda mengonsumsi makanan dan vaksin rutin untuk mencegah kucing jatuh sakit.


Sekian Penjelasan Materi Pada Pagi Hari Mengenai “17 Cara Merawat Kucing Tanpa Kandang Bagi Pemula

Semoga Apa yang Disampaikan Bermanfaat Buat Para Pecinta Kucing …!!!


Share this: